PEMERINTAH KABUPATEN BLORA
DINAS PENDIDIKAN
SMA NEGERI 1 CEPU
Jl.
Diponegoro 50 Blora 58382.telp.(0296)811444
SATUAN
LAYANAN
BIMBINGAN
DAN KONSELING
Kelas : XI-A
Semester : II/2011-2012
Hari/tanggal : Rabu/7 Maret 2012
Alokasi waktu : 1 x 45 menit
Tempat : Ruang
kelas XI-A
Layanan/bidang : Penguasaan
konten/belajar
Judul/spesifikasi
layanan : Kenali tipe gaya belajar
(Learning Style)
Fungsi layanan : Pemahaman
A. Tujuan
khusus : 1. Siswa
memahami tipe-tipe gaya belajar
2. Siswa mengetahui tipe belajarnya
B. Materi : Terlampir
C. Metode : Ceramah,diskusi,permainan
D.
Kegiatan awal : Mengucap salam, memeriksa situasi dan kondisi kelas, memeriksa kehadiran siswa,guru menciptakan
kondisi kelas yang kondusif sebelum
memulai melaksanakan kegiatan bimbingan,guru menyampaikan topik dan tujuan.
Kegiatan Inti
Eksplorasi : 1. Guru menginformasikan
materi
2. Siswa menyampaikan pendapat mengenai tipe belajar
Elaborasi : 3. Guru menjelaskan
aturan permainan
4. Siswa melakukan permainan untuk kegiatan
selingan
Konfirmasi : 5. Guru memberikan pedoman
diskusi kepada siswa tentang materi yang telah disampaikan dan permainan yang
telah dilakukan.
6. Siswa
mempresentasikan hasil diskusi
Kegiatan akhir : Guru memberikan kesimpulan dari
hasil diskusi siswa,siswa diminta untuk menyampaikan apa yang diperoleh setelah
mengikuti layanan tersebut,guru menyampaikan harapan setelah siswa menerima
layanan.
E. Alat
dan media : LCD,cincin
untuk permainan
F. Rencana
penilaian dan tindak lanjut
Penilaian
proses : Mengamati proses
layanan pada saat kegiatan
berlangsung,mengamati antusias dan aktivitas siswa pada saat menerima
materi,permainan dan diskusi.
Penilaian
hasil : 1. Laiseg
Mengamati aktifitas
siswa saat menerima layanan yang diberikan.
2. Laijapen
Memantau
perkembangan siswa berkaitan peningkatan belajarnya.
3.
Laijapang
Melakukan
interview pada siswa dalam jangka waktu kurang lebih 1 bulan untuk menilai
seberapa jauh perkembangan belajarnya.
Tindak
lanjut : Memberikan layanan
konseling bagi siswa yang belum mengetahui tipe gaya belajarnya dan yang
mengalami kesulitan dalam belajar.
G.
Keterkaitan Layanan
dengan
Kegiatan Pendukung : Himpunan Data
H.
Biaya : Rp 26.000,- untuk membeli cincin mainan
13 biji
@Rp
2000,-
I. Buku
sumber :
http://www.ut.ac.id/html/Strategi-bjj/gaya1.htm
J. Catatan
Khusus :
Mengetahui,
Cepu,
7 Maret 2012
Kepala sekolah, Perencana layanan,
LAMPIRAN
1
MATERI
LAYANAN
Apa
Gaya Belajar Itu?
Belajar
di bidang formal tidak selalu menyenangkan. Apalagi jika Anda harus belajar
dengan terpaksa . Misalnya, Anda harus
belajar karena itulah satu-satunya cara untuk lulus, mendapat pekerjaan atau
bahkan kenaikan pangkat. Contoh lain dari keterpaksaan adalah bila Anda
menyukai belajar di kelas dengan bimbingan dosen, sedangkan Anda terpaksa
kuliah di Universitas Terbuka (UT) yang mempunyai sistem belajar jarak jauh.
Menghadapi
keterpaksaan untuk belajar jelas bukan hal yang menyenangkan. Tidak akan mudah
bagi seseorang untuk berkonsentrasi belajar jika ia merasa terpaksa. Oleh
karena itu, Anda perlu mencari jalan bagaimana agar belajar menjadi hal yang menyenangkan,
walaupun tetap terpaksa, tapi dapat menjadi lebih mudah dan efektif.
Para
ahli di bidang pendidikan mencoba mengembangkan teori mengenai gaya belajar
sebagai cara untuk mencari jalan agar belajar menjadi hal yang mudah dan
menyenangkan. Sebagaimana kita ketahui, belajar membutuhkan konsentrasi.
Situasi dan kondisi untuk berkonsentrasi sangat berhubungan dengan gaya belajar
Anda. Jika Anda mengenali gaya belajar Anda, maka Anda dapat mengelola pada
kondisi apa, dimana, kapan dan bagaimana Anda dapat memaksimalkan belajar Anda.
Apa gaya belajar itu?
GAYA
BELAJAR adalah cara yang cenderung dipilih seseorang untuk menerima informasi
dari lingkungan dan memproses informasi tersebut,atau cara yang cenderung
dipilih seseorang untuk menerima informasi dari lingkungan dan memproses
informasi tersebut
Mengenali
gaya belajar sendiri, belum tentu membuat Anda menjadi lebih pandai. Tapi
dengan mengenali gaya belajar, Anda akan dapat menentukan cara belajar yang
lebih efektif. Anda tahu bagaimana memanfaatkan kemampuan belajar secara
maksimal, sehingga hasil belajar Anda dapat optimal.
Kenalilah
Tipe Gaya Belajar Kita (Learning Style)
Berbagai
penelitian telah dilakukan untuk membuktikan bahwa ternyata kita memiliki cara
belajar dan berfikir yang berbeda-beda. Kita akan merasa lebih efektif dan
lebih baik dengan menggunakan lebih banyak mendengarkan, namun orang lain
merasa lebih baik dengan membaca dan bahkan ada yang merasa bahwa hasilnya akan
optimal jika kita belajar langsung mempraktekkan apa yang akan dipelajari.
Bagaimana cara kita belajar akan sangat mempengaruhi struktur otak kita. Hal
inilah yang kemudian kita kenal sebagai Learning Style (Gaya Belajar).
1. Modalitas
Dalam
menyikapi berbagai macam mengenai gaya belajar, tentulah harus ditambah dengan
logika dan kebudayaan cara kerja kita, dan yang paling penting dari semua
diatas adalah suatu cara kerja otak kita yang mana dalam hal ini kita sebut
dengan modalitas belajar. Secara singkat modalitas belajar adalah, suatu cara
bagaimana otak menyerap informasi yang masuk melalui panca indera secara
optimal. Menurut Howard Gardner modalitas belajar tersebut dapat
dikarakteristik menjadi gaya belajar Auditory, Visual, Reading dan Kinesthetic
- Auditory
Orang
yang memiliki gaya belajar Auditory, belajar dengan mengandalkan pendengaran
untuk bisa memahami sekaligus mengingatnya. Karakteristik model belajar ini
benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama untuk menyerap informasi
atau pengetahuan. Artinya, untuk bisa mengingat dan memahami informasi tertentu,
yang bersangkutan haruslah mendengarnya lebih dulu. Mereka yang memiliki gaya
belajar ini umumnya susah menyerap secara langsung informasi dalam bentuk
tulisan, selain memiliki kesulitan menulis ataupun membaca.
Beberapa ciri seorang
Auditory antara lain :
Mampu mengingat dengan baik materi yang
didiskusikan dalam kelompok
Mengenal banyak sekali lagu / iklan TV,
Suka berbicara.
Pada umumnya bukanlah pembaca yang
baik.
Kurang dapat mengingat dengan baik apa
yang baru saja dibacanya.
Kurang baik dalam mengerjakan tugas
mengarang/menulis.
Kurang memperhatikan hal-hal baru dalam
lingkungan sekitarnya.
- Visual
Orang
yang memiliki gaya belajar Visual, belajar dengan menitikberatkan ketajaman
penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu
agar mereka paham. Ciri-ciri orang yang memiliki gaya belajar visual adalah
kebutuhan yang tinggi untuk melihat dan menangkap informasi secara visual
sebelum mereka memahaminya. Konkretnya, yang bersangkutan lebih mudah menangkap
pelajaran lewat materi bergambar. Selain itu, mereka memiliki kepekaan yang
kuat terhadap warna, disamping mempunyai pemahaman yang cukup terhadap masalah
artistik. Hanya saja biasanya mereka memiliki kendala untuk berdialog secara
langsung karena terlalu reaktif terhadap suara, sehingga sulit mengikuti
anjuran secara lisan dan sering salah menginterpretasikan kata atau ucapan.
Beberapa karakteristik
Visual adalah :
Senantiasa melihat memperhatikan gerak
bibir seseorang yang berbicara kepadanya
Cenderung menggunakan gerakan tubuh
saat mengungkapkan sesuatu
Kurang menyukai berbicara di depan
kelompok, dan kurang menyukai untuk mendengarkan orang lain.
Biasanya tidak dapat mengingat
informasi yang diberikan secara lisan
Lebih menyukai peragaan daripada penjelasan
lisan
Biasanya orang yang Visual dapat duduk
tenang di tengah situasi yang ribut/ramai tanpa merasa terganggu
- Reading
Orang
yang memiliki gaya belajar Reading, belajar dengan menitikberatkan pada tulisan
atau catatan. Karakteristik ini benar-benar menempatkan bacaan atau tulisan
sebagai alat utama untuk menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, untuk
bisa mengingat dan memahami informasi tertentu, yang bersangkutan haruslah
membaca atau menuliskannya lebih dulu. Mereka yang memiliki gaya belajar ini
menyukai hal-hal yang berbau teoritis dan umumnya susah menyerap secara
langsung informasi dalam bentuk peragaan atau praktis.
Orang yang memiliki
gaya belajar Reading biasanya memiliki karakteristik :
Suka membaca dan membuat catatan
Huruf-huruf indah dan tulisan rapi
merupakan hal yang sangat berkesan bagi mereka
Mudah mengingat apa yang mereka baca
atau tuliskan
- Kinesthetic
Orang
yang memiliki gaya belajar, Kinesthetic mengharuskan individu yang bersangkutan
menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya.
Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua
orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat
penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya
saja, seseorang yang memiliki gaya belajar ini bisa menyerap informasi tanpa
harus membaca penjelasannya.
Orang
yang memiliki gaya belajar Kinesthetic biasanya memiliki karakteristik :
Suka menyentuh segala sesuatu yang
dijumpainya
Sulit untuk berdiam diri
Suka mengerjakan segala sesuatu dengan
menggunakan tangan
Biasanya memiliki koordinasi tubuh yang
baik
Suka menggunakan objek yang nyata
sebagai alat bantu belajar
Mempelajari hal-hal yang abstrak
merupakan hal yang sangat sulit
2. Spectrum
Dari
segi memandang sesuatu dan bagaimana ia melakukan pengaturan informasi, ada
orang yang cenderung memandang sesuatu secara abstrak, dan ada pula yang
konkret. Sedangkan dari aspek pengaturan informasi, manusia mengolahnya secara
sekuensial (teratur/urut) dan acak (random).
Seorang
Profesor di bidang kurikulum dan pengajaran di Universitas Connecticut, Anthony
Gregorc, menggabungkan kedua faktor di atas menjadi 4 karakter gaya berpikir
seseorang. Tiap orang memiliki salah satu gaya berpikir yang dominan diantara
keempat tipe yang ada. Keempat tipe gaya berfikir tersebut adalah : Concrete
Sequential (CS), Abstract Random (AR), Abstract Sequential (AS), Concrete
Random (CR).
- Concret Sequensial [CS]
Orang
dengan tipe ini adalah orang yang cenderung, teratur, dan rapi. Mereka selalu
mengerjakan tugas tepat waktu, terencana, dan tidak suka hal-hal yang bersifat
mendadak. Selain itu mereka dengan ciri CS tidak senang mengerjakan tugas yang
bertumpuk-tumpuk. Biasanya agak perfeksionis sehingga ingin segala sesuatu
dikerjakan dengan sempurna dan terencana. Tipe ini cocok untuk jenis pekerjaan
yang membutuhkan ketelitian dan kerapian, seperti sekretaris dan bendahara.
- Abstract Sequensial [AS]
Biasanya
merupakan pemikir yang cerdas dan punya ide-ide yang brilian. Orang ini senang
mengetahui dan berpikir tentang apa yang tidak dipikirkan orang lain. Senang
membaca membuatnya senang untuk berdiskusi, bahkan berdebat dengan orang lain.
Saking senangnya berpikir, kadang mereka lupa bahwa orang di sekitarnya sama
sekali tidak paham dengan ide-idenya yang terlalu "tinggi". Lebih
menyukai belajar secara individu daripada berkelompok. Mereka sering disebut
"konseptor ulung" dan jago menganalisis informasi.
- Abstract Random [AR]
Segala
sesuatu seringkali dihubungkan dengan perasaan dan emosi, sehingga mereka
terkenal sangat sensitif. Semua bisa menjadi menyenangkan jika mood-nya sesuai,
tapi menjadi buruk jika mereka sudah tidak lagi memiliki emosi positif terhadap
sesuatu. Mudah kehilangan konsentrasi, banyak pertimbangan, dan suka
mencoret-coret tanpa arti di buku adalah ciri tipe ini. Mereka juga sangat
menjaga hubungan dengan orang lain, tidak senang jika mengalami konflik, dan
dikenal "perhatian" di antara orang-orang sekitarnya. Selain itu,
mereka juga sangat mudah terpancing emosinya. Istilah kerennya "mudah
tersentuh". Ekspresi yang spontan itu mungkin karena kesulitan mereka
mengungkapkan sesuatu secara verbal kepada orang lain.
- Concret Random [CR]
Sering
dianggap sebagai orang yang kreatif karena senang mencoba menyelesaikan sesuatu
dengan cara mereka sendiri. Saking asyiknya, mereka cenderung tidak peduli
dengan waktu. Terkenal sebagai "Deadliner", karena seringkali
mengerjakan sesuatu di batas akhir, meski punya waktu banyak sebelumnya. Tipe
ini bisa mengerjakan beberapa pekerjaan di satu waktu, hal yang sangat sulit
dilakukan orang dengan tipe CR. Spontanitas dan impulsif menjadi ciri khas tipe
ini, karena begitu banyak ide-ide muncul di kepala mereka. Orang tipe CR
biasanya cukup dipercaya untuk menjadi pemimpin, meskipun menimbulkan situasi
kritis karena sifat "deadliner-nya". Mereka juga senang mencoba-coba
sesuatu, bereksperimen, walaupun mungkin banyak orang lain tidak menyenanginya.
3. Gaya Terima
Setiap
orang adalah individu yang unik, masing-masing akan melihat dunia dengan
"cara"nya sendiri. Meskipun kita melihat satu kejadian pada waktu
yang bersamaan, tidak menjamin kita akan sama melaporkan apa yang kita lihat.
Hal ini karena setiap orang memiliki cara berfikir dan memahami sesuatu yang
berbeda-beda. Seorang peneliti bidang psikologi, Herman Witkin, melalui studi
risetnya mengemukakan 2 macam karakteristik gaya belajar yang dimiliki
seseorang, yaitu gaya belajar Global dan gaya belajar Analitik.
Memang
pada kenyataannya tidak semudah dalam mengelompokan gaya belajar seseorang
seperti macam-maca gaya belajar diatas, dan sebenarnya tidak ada orang yang
100% murni. Setiap orang pasti memiliki kombinasi dari gaya belajar tersebut.
Namun, biasanya seseorang memiliki kecenderungan untuk lebih dominan pada satu
kelompok.
- Analitik
Orang
yang berpikir secara Analitik dalam memandang segala sesuatu cenderung lebih
terperinci, spesifik, terorganisasi, dan teratur. Namun kurang bisa memahami
masalah secara menyeluruh. Dalam mengerjakan tugas yang dibebankan, seorang
Analitik akan mengerjakan tugasnya secara teratur, dari satu tahap ke tahap
berikutnya. Mereka memiliki kecenderungan untuk mengerjakan satu tugas dalam
satu waktu, dan belum akan mengerjakan tugas lain sebelum tugas pertamanya
selesai.
- Global
Orang
yang berpikir secara Global cenderung melihat segala sesuatu secara menyeluruh,
dengan gambaran yang besar, namun demikian mereka dapat melihat hubungan antar
satu bagian dengan bagian yang lain. Orang yang Global juga dapat melihat
hal-hal yang tersirat, serta menjelaskan permasalahan dengan kata-katanya
sendiri. Mereka dapat melihat adanya banyak pilihan dalam mengerjakan tugas dan
dapat mengerjakan beberapa tugas sekaligus.
LAMPIRAN
2
PEDOMAN
PERMAINAN
CINCIN AJAIB
Tujuan : paradigma berpikir
kita telah terbentuk bahwa mustahil memasukan benda yang lebih besar kedalam
benda yang lebih kecil ukuranya,padahal sebenarnya hal itu bisa dilakukan
sangat mudah. Yang diperlukan hanyalah sudut pandang yang berbeda.
Bidang bimbingan : Pribadi,belajar
Waktu : 20 menit
Alat/bahan : cincin
Langkah permainan :
1. Bagi peserta menjadi beberapa kelompok dan
dibagikan 1 cincin pada setiap kelompok.
2. Minta peserta untuk
memasukan benda yang ukuranya lebih besar ke dalam cincin,misalnya
meja,kursi,papan tulis.
Evaluasi dan refleksi:
- Apakah peserta memperoleh gambaran dari tugas permainan ini?
- Bagaimana reaksi dan responsya?
- Apa makna dari permainan ini?
Poin belajar yang
diperoleh :
Guru memfasilitasi
siswa untuk mengemukakan poin-poin belajar,yaitu melihat paradigma berfikirr
untuk melihat sudut pandang yang harus diambil adalah luas,tidak terbatas dan
jangan subyektif.
Jawaban : Cincin didekatkan ke mata,obyek yang
ingin dimasukan kedalam cincin dilihat dari lubang cincin sehingga obyek
tersebut terlihat seperti masuk kedalam cincin.
LAMPIRAN
3
PEDOMAN
DISKUSI
- Apa yang kamu peroleh dari materi yang telah disampaikan?
- Apa yang kamu peroleh dari permainan tadi?
- Apa makna dari permainan itu?
- Bagaimana perasaanmu setelah mengikuti permainan?
LAMPIRAN
4
PEDOMAN
OBSERVASI
SUBJEK :
Kelas XI-A
SEKOLAH :
SMA N 1 Cepu
WAKTU OBSERVASI :
Rabu, 7 Maret 2012
|
NO
|
ASPEK YANG DIAMATI
|
JUMLAH
|
|
1.
|
Siswa yang
mengobrol saat materi disampaikan
|
2
|
|
2.
|
Siwa yang
bertanya
|
4
|
|
3.
|
Siswa yang
tidak mampu menjelaskan pedoman permainan
|
1
|
|
4.
|
Siswa yang
mengikuti permainan
|
13
|
|
5.
|
Siswa yang
berpartisipasi dalam diskusi kelompok
|
40
|
|
6.
|
Kelompok yang
mengungkapkan hasil diskusi
|
8
|
|
7.
|
Siswa yang
belum berhasil dalam permainan
|
3
|
|
8.
|
Siswa yang
berhasil dalam permainan
|
7
|
LAPORAN
PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Judul / spesifikasi
layanan : Kenali tipe gaya belajar
(Learning Style)
Kelas : XI-A
Waktu pelaksanaan : Rabu, 7 Maret 2012
Hasil
Ø Kegiatan
awal
Guru
masuk ke kelas,lalu mengucap salam. Siswa terlihat bersemangat ketika akan
menerima layanan. Kemudian guru memeriksa kehadiran siswa,siapa saja yang tidak
masuk saat itu.
Ø Kegiatan
inti
Pada
saat materi disampaikan,awalnya semua siswa sangat antusias. Setelah beberapa
lama kemudian ada siswa yang tidak memperhatikan. Siswa tersebut mengobrol
dengan temanya,kemudian guru menegur siswa tersebut. Lalu memberikan pertanyaan
kepada siswa tersebut,meski siswa tersebut tidak memperhatikan dia bisa
menjawab. Diantara mereka juga aktif bertanya kepada guru.
Selesai
menyampaikan materi, guru menjelaskan aturan permainan.Ada siswa yang belum
paham tentang aturan permainan tersebut, sehingga guru mengulangi menjelaskan
aturan mainnya.
Ketika
permainan berlangsung,banyak siswa yang bingung bagaimana menyelesaikan
perintah dari permainan,karena perintahnya disuruh memasukan benda ke dalam
cincin. Kelas pun menjadi agak gaduh,ada beberapa siswa yang protes kepada
guru, ‘’benda besar kok dimasukan ke dalam cincin bu,ya tidak bisa to bu!’’.
Guru menjawab,’’ya bisa saja” sambil tersenyum.Ada juga siswa yang
menyerah,karena kesulitan. Tapi diantara kelompok tersebut lebih banyak yang
bisa berhasil dalam permainan.
Setelah
permainan selesai,dilanjutkan dengan diskusi kelompok.Saat diskusi
berlangsung,ada siswa yang tidak berpartisipasi mengerjakan pertanyaan. Ada
siswa yang usil terhadap temanya.
Ø Kegiatan
akhir
Sebagian siswa mau
menyampaikan kesan-kesan setelah menerima layanan tersebut,mereka senang
mengikuti layanan apalagi ada permainanya. Mereka berharap waktu yang akan
datang bisa diberikan layanan BK lagi.
Ø
Hasil penilaian proses
Guru mengamati siswa
supaya mengetahui bagaimana antusias dan keaktifan siswa saat layanan
diberikan,baik saat diberikan materi,saat permainan maupun saat diskusi
kelompok.
Ø
Hasil penilaian laiseg
Dalam penilaian segera ini guru
menilai seberapa pemahaman siswa mengenai materi yang disampaikan,selain itu berapa
banyak siswa yang berhasil dalam permainan.
Ø
Hasil penilaian laijapen
Pada penilaian ini guru memantau
perkembangan siswa dengan melihat seberapa jauh peningkatan belajarnya.
Ø
Hasil penilaian laijapang
Dalam penilaian ini guru melakukan
pengamatan dan interview kepada beberapa siswa untuk mengetahui apakah ada
kesulitan belajar atau banyak peningkatan belajarnya setelah mengetahui tipe
gaya belajarnya.
Ø
Tindak lanjut
Siswa yang masih kesulitan belajar
dan belum mengetahui tipe belajarnya maka akan diberikan layanan konseling
individu.
bagus...sudah saya nilai
BalasHapus