Jumat, 16 Maret 2012

TUGAS PRAKTIKUM BK KARIER (ARTIKEL)

CARA MEMILIH JURUSAN YANG TEPAT DALAM MENENTUKAN PILIHAN KE PERGURUAN TINGGI



Ujian Nasional akan segera diselenggarakan dan berikutnya adalah merencanakan dan menentukan langkah selanjutnya. Apakah mau masuk perguruan tinggi, jurusan apa yang dipilih, dsb. Bagi anak yang sudah mengetahui apa bakat dan minatnya dan terbiasa mengambil keputusan sendiri, tidak banyak mengalami kendala dalam memilih jurusan. Masalahnya di masa ini banyak siswa SMA yang sulit ambil keputusan karena tidak tahu apa bakat dan minatnya, dan banyak yang belum menemukan potensi dirinya, tidak terbiasa mengambil keputusan sendiri bahkan untuk hal-hal yang terkait dengan kepentingannya, sehingga bingung ketika harus memilih jurusan dan perguruan tinggi. Belum lagi gaya ikut-ikutan teman agar ketika kuliah sudah memiliki teman yang telah dikenal, atau juga karena mengikuti pacar. Kebingungan siswa ada pula yang disebabkan sikap orang tua yang memaksakan anak memilih jurusan yang ditentukan orang tua, bukan kemauan dan minat anaknya.
Dampak Dari Salah Memilih Jurusan
Banyak orang berpandangan, pilihlah jurusan yang gampang (gampang masuk dan gampang lulus), supaya gampang dapat pekerjaan dan gajinya besar, regardless sesuai minat atau tidak. Sebenarnya pandangan ini perlu ditinjau ulang karena memilih suatu jurusan bukanlah persoalan yang mudah. Dalam memilih jurusan, siswa perlu memperhitungakan beberapa faktor seperti kemampuan, minat, bakat, kepribadian, dll. Salah memilih jurusan punya dampak yang signifikan terhadap kehidupan anak di masa mendatang. Apa saja dampaknya ?
Problem psikologis
Mempelajari sesuatu yang tidak sesuai minat, bakat dan kemampuan, merupakan pekerjaan yang sangat tidak menyenangkan, apalagi kalau itu bukan kemauan / pilihan anak, tapi desakan orang tua. Belajar karena terpaksa itu akan sulit dicerna otak karena sudah ada blocking emosi. Kesal, marah, sebal, sedih, itu semua sudah memblokir efektivitas kerja otak dan menghambat motivasi. Anak kemungkinan akan berusaha setengah mati supaya hasilnya baik, but at the cost of his/her being. Dia mengabaikan panggilan hidupnya, perasaannya, demi orangtua. Kepahitan dan kegetiran, marah, penyesalan dan penasaran bisa jadi membayangi setiap langkah hidup anak. Akan tambah sedih lagi ketika dia melihat teman-temannya bisa berbahagia di atas kehidupan yang mereka pilih sendiri. Kalau anak yang dari keluarga berduit, bisa saja dengan mudahnya pindah kuliah, tapi buat mereka yang ekonominya pas pas-an, ini bisa menjadi dilemma berat. Kalau tidak ikut saran orang tua, anak merasa bersalah karena orang tua sudah susah-susah membiayai kuliah, tapi kalau mengikuti kehendak orang tua, anak tertekan karena mengabaikan panggilan jiwa. Memilih jurusan sesuai dengan saran teman atau trend, padahal tidak sesuai dengan minat diri juga punya dampak psikologis, yakni menurunnya daya tahan terhadap tekanan, konsentrasi dan menurunnya daya juang. Apalagi kalau pelajaran kian sulit, masalah semakin bertambah, bisa menyebabkan kuliah terancam terhenti di tengah jalan.
Problem akademis
Problem akademis yang bisa terjadi jika salah mengambil pilihan, seperti prestasi yang tidak optimum, banyak mengulang mata kuliah yang berdampak bertambahnya waktu dan biaya, kesulitan memahami materi, kesulitan memecahkan persoalan, ketidakmampuan untuk mandiri dalam belajar, dan buntutnya adalah rendahnya nilai indeks prestasi. Selain itu, salah memilih jurusan bisa mempengaruhi motivasi belajar dan tingkat kehadiran. Kalau makin sering tidak masuk kuliah, makin sulit memahami materi, makin tidak suka dengan perkuliahannya akhirnya makin sering bolos. Padahal, tingkat kehadiran mempengaruhi nilai.
Problem relasional
Salah memilih jurusan, membuat anak tidak nyaman dan tidak percaya diri. Ia merasa tidak mampu menguasai materi perkuliahan sehingga ketika hasilnya tidak memuaskan, ia pun merasa minder karena merasa dirinya bodoh, dsb hingga dia menjaga jarak dengan teman lain, makin pendiam, menarik diri dari pergaulan, lebih senang mengurung diri di kamar, takut bergaul karena takut kekurangannya diketahui, dsb. Atau, anak bisa jadi agresif karena kompensasi dari inferioritas di pelajaran. Karena dia merasa kurang di pelajaran, maka dia berusaha tampil hebat di lingkungan sosial dengan cara missal, mendominasi, mengintimidasi anak yang dianggap lebih pandai, dsb.
Bagaimana Memilih Jurusan Agar Tepat?
Ada beberapa kiat-kiat dalam menentukan pilihan jurusan ke perguruan tinggi :
  1. Pilihlah jurusan yang kamu sukai, apakah itu berasal dari hobymu, kesukaanmu, keahlianmu, atau berasal dari kemampuanmu dalam pelajaran. Ada berbagai macam jurusan di indonesia yang sesuai dengan hoby dan kemampuanmu , seperti jurusan/prodi di bidang keolahragaan , di bidang komputer, di bidang multimedia, di bidang ekonomi, di bidang kedokteran, di bidang Kependidikan, di bidang agama, di bidang hukum , di bidang seni rupa, bahkan sekolah kedinasan ada Di Indonesia, dan berbagai macam Prodi dan jurusan ada di Indonesia.
  2. Mencari informasi secara detil mengenai jurusan yang diminati. Sebelum memilih jurusan, hendaknya anak punya informasi yang luas dan detil, mulai dari ilmunya, mata kuliahnya, praktek lapangan, dosen, universitasnya, komunitas sosialnya, kegiatan kampusnya, biaya, alternative profesi kerja, kualitas alumninya, dsb.Menyadari bahwa jurusan yang dipilih hanya merupakan salah satu anak tangga awal dari dari proses pencapaian karir. Anak perlu tahu realitanya, bahwa jurusan yang dipilih tidak menjamin kesuksesan masa depannya. Jangan dikira bahwa dengan kuliah di jurusan tersebut maka hidupnya kelak past sukses seperti yang di iklankan.
  3. Konsultasikan jurusan / prodi yang kamu pilih kepada orang tuamu, saudaramu, Gurumu, dan temanmu , dan “carilah titik temu” itu dengan pikiran yang tenang.
  4. Jangan menunda pilihan , karena waktu jangan di buang sia-sia, pilihlah jurusan / prodimu dengan mantap, dan niatkan dengan sepenuh hati, karena apabila sudah di niatkan , insyaallah kamu akan semakin mantap, dan jangan lupa berdoalah untuk menentukan jurusan / prodi, karena dengan doalah insyaallah kita di beri petunjuk, amin.
  5. Setelah kita telah menentukan jurusan, Niatkan jurusan / prodi itu dengan sepenuh hati , belajarlah untuk meraihnya, dan serahkan kepada Tuhan YME, karena apa yang kita lakukan harus kita Niatkan karena Tuhan , karena Tuhan akan memberikanmu kemudahan dan amalan yang besar, Amin. Dan belajar atau mencari ilmu di sekolah merupakan ibadah.

Oleh : Pudji Susilowati, S.Psi

1 komentar:

  1. (email anda masuk spam)
    - Artikel belum anda edit dan dikembangkan
    - Tidak diperkenankan mempublish artikel orang lain ke blog anda
    - tambahkan bidang layanan yang lain

    BalasHapus