Jumat, 09 Maret 2012

TUGAS 2 PRAKTIKUM BK BELAJAR


PEMERINTAH KABUPATEN BLORA
DINAS PENDIDIKAN
SMA NEGERI 1 CEPU
                                    Jl. Diponegoro 50 Blora 58382.telp.(0296)811444                                  
SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING

Kelas                                       : XI-A
Semester                                  : II/2011-2012
Hari/tanggal                            : Rabu/7 Maret 2012
Alokasi waktu                         : 1 x 45 menit
Tempat                                    : Ruang kelas XI-A
Layanan/bidang                      : Penguasaan konten/belajar
Judul/spesifikasi layanan         : Kenali tipe gaya belajar (Learning Style)
Fungsi layanan                        : Pemahaman
A.    Tujuan khusus                   : 1. Siswa memahami tipe-tipe gaya belajar
  2. Siswa mengetahui tipe belajarnya
B.     Materi                                : Terlampir
C.     Metode                              : Ceramah,diskusi,permainan
D.                                                                                           Kegiatan awal            : Mengucap salam, memeriksa situasi dan kondisi kelas,  memeriksa kehadiran siswa,guru menciptakan kondisi kelas     yang kondusif sebelum memulai melaksanakan kegiatan bimbingan,guru menyampaikan topik dan tujuan.
Kegiatan Inti
Eksplorasi                    : 1. Guru menginformasikan materi
                                      2. Siswa menyampaikan pendapat mengenai tipe belajar

Elaborasi                     : 3. Guru menjelaskan aturan permainan
  4. Siswa melakukan permainan untuk kegiatan selingan
Konfirmasi                 : 5. Guru memberikan pedoman diskusi kepada siswa tentang materi yang telah disampaikan dan permainan yang telah dilakukan.
6. Siswa mempresentasikan hasil diskusi
           
Kegiatan akhir             : Guru memberikan kesimpulan dari hasil diskusi siswa,siswa diminta untuk menyampaikan apa yang diperoleh setelah mengikuti layanan tersebut,guru menyampaikan harapan setelah siswa menerima layanan.

E.     Alat dan media                 : LCD,cincin untuk permainan
F.      Rencana penilaian dan tindak lanjut        
Penilaian proses           : Mengamati proses layanan pada saat kegiatan  berlangsung,mengamati antusias dan aktivitas siswa pada saat menerima materi,permainan dan diskusi.
Penilaian hasil             : 1. Laiseg
Mengamati aktifitas siswa saat menerima layanan yang diberikan.
 2. Laijapen
Memantau perkembangan siswa berkaitan peningkatan belajarnya.
3. Laijapang
Melakukan interview pada siswa dalam jangka waktu kurang lebih 1 bulan untuk menilai seberapa jauh perkembangan belajarnya.
Tindak lanjut              : Memberikan layanan konseling bagi siswa yang belum mengetahui tipe gaya belajarnya dan yang mengalami kesulitan dalam belajar.



G. Keterkaitan Layanan
dengan Kegiatan Pendukung  : Himpunan Data

H. Biaya                                     : Rp 26.000,- untuk membeli cincin mainan 13 biji
                                                           @Rp 2000,-
I.     Buku sumber                          : http://www.ut.ac.id/html/Strategi-bjj/gaya1.htm
J.     Catatan Khusus                  :










Mengetahui,                                                                            Cepu,  7 Maret 2012
Kepala sekolah,                                                                         Perencana layanan,








 




LAMPIRAN 1
MATERI LAYANAN
Apa Gaya Belajar Itu?
Belajar di bidang formal tidak selalu menyenangkan. Apalagi jika Anda harus belajar dengan terpaksa .  Misalnya, Anda harus belajar karena itulah satu-satunya cara untuk lulus, mendapat pekerjaan atau bahkan kenaikan pangkat. Contoh lain dari keterpaksaan adalah bila Anda menyukai belajar di kelas dengan bimbingan dosen, sedangkan Anda terpaksa kuliah di Universitas Terbuka (UT) yang mempunyai sistem belajar jarak jauh.
Menghadapi keterpaksaan untuk belajar jelas bukan hal yang menyenangkan. Tidak akan mudah bagi seseorang untuk berkonsentrasi belajar jika ia merasa terpaksa. Oleh karena itu, Anda perlu mencari jalan bagaimana agar belajar menjadi hal yang menyenangkan, walaupun tetap terpaksa, tapi dapat menjadi lebih mudah dan efektif.
Para ahli di bidang pendidikan mencoba mengembangkan teori mengenai gaya belajar sebagai cara untuk mencari jalan agar belajar menjadi hal yang mudah dan menyenangkan. Sebagaimana kita ketahui, belajar membutuhkan konsentrasi. Situasi dan kondisi untuk berkonsentrasi sangat berhubungan dengan gaya belajar Anda. Jika Anda mengenali gaya belajar Anda, maka Anda dapat mengelola pada kondisi apa, dimana, kapan dan bagaimana Anda dapat memaksimalkan belajar Anda. Apa gaya belajar itu?
GAYA BELAJAR adalah cara yang cenderung dipilih seseorang untuk menerima informasi dari lingkungan dan memproses informasi tersebut,atau cara yang cenderung dipilih seseorang untuk menerima informasi dari lingkungan dan memproses informasi tersebut
            Mengenali gaya belajar sendiri, belum tentu membuat Anda menjadi lebih pandai. Tapi dengan mengenali gaya belajar, Anda akan dapat menentukan cara belajar yang lebih efektif. Anda tahu bagaimana memanfaatkan kemampuan belajar secara maksimal, sehingga hasil belajar Anda dapat optimal.



Kenalilah Tipe Gaya Belajar Kita (Learning Style)
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk membuktikan bahwa ternyata kita memiliki cara belajar dan berfikir yang berbeda-beda. Kita akan merasa lebih efektif dan lebih baik dengan menggunakan lebih banyak mendengarkan, namun orang lain merasa lebih baik dengan membaca dan bahkan ada yang merasa bahwa hasilnya akan optimal jika kita belajar langsung mempraktekkan apa yang akan dipelajari. Bagaimana cara kita belajar akan sangat mempengaruhi struktur otak kita. Hal inilah yang kemudian kita kenal sebagai Learning Style (Gaya Belajar).
1.         Modalitas
Dalam menyikapi berbagai macam mengenai gaya belajar, tentulah harus ditambah dengan logika dan kebudayaan cara kerja kita, dan yang paling penting dari semua diatas adalah suatu cara kerja otak kita yang mana dalam hal ini kita sebut dengan modalitas belajar. Secara singkat modalitas belajar adalah, suatu cara bagaimana otak menyerap informasi yang masuk melalui panca indera secara optimal. Menurut Howard Gardner modalitas belajar tersebut dapat dikarakteristik menjadi gaya belajar Auditory, Visual, Reading dan Kinesthetic
  1. Auditory
Orang yang memiliki gaya belajar Auditory, belajar dengan mengandalkan pendengaran untuk bisa memahami sekaligus mengingatnya. Karakteristik model belajar ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama untuk menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, untuk bisa mengingat dan memahami informasi tertentu, yang bersangkutan haruslah mendengarnya lebih dulu. Mereka yang memiliki gaya belajar ini umumnya susah menyerap secara langsung informasi dalam bentuk tulisan, selain memiliki kesulitan menulis ataupun membaca.
Beberapa ciri seorang Auditory antara lain :
         Mampu mengingat dengan baik materi yang didiskusikan dalam kelompok
         Mengenal banyak sekali lagu / iklan TV,
         Suka berbicara.
         Pada umumnya bukanlah pembaca yang baik.
         Kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya.
         Kurang baik dalam mengerjakan tugas mengarang/menulis.
         Kurang memperhatikan hal-hal baru dalam lingkungan sekitarnya.


  1. Visual
Orang yang memiliki gaya belajar Visual, belajar dengan menitikberatkan ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham. Ciri-ciri orang yang memiliki gaya belajar visual adalah kebutuhan yang tinggi untuk melihat dan menangkap informasi secara visual sebelum mereka memahaminya. Konkretnya, yang bersangkutan lebih mudah menangkap pelajaran lewat materi bergambar. Selain itu, mereka memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, disamping mempunyai pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik. Hanya saja biasanya mereka memiliki kendala untuk berdialog secara langsung karena terlalu reaktif terhadap suara, sehingga sulit mengikuti anjuran secara lisan dan sering salah menginterpretasikan kata atau ucapan.
Beberapa karakteristik Visual adalah :
         Senantiasa melihat memperhatikan gerak bibir seseorang yang berbicara kepadanya
         Cenderung menggunakan gerakan tubuh saat mengungkapkan sesuatu
         Kurang menyukai berbicara di depan kelompok, dan kurang menyukai untuk mendengarkan orang lain.
         Biasanya tidak dapat mengingat informasi yang diberikan secara lisan
         Lebih menyukai peragaan daripada penjelasan lisan
         Biasanya orang yang Visual dapat duduk tenang di tengah situasi yang ribut/ramai tanpa merasa terganggu

  1. Reading
Orang yang memiliki gaya belajar Reading, belajar dengan menitikberatkan pada tulisan atau catatan. Karakteristik ini benar-benar menempatkan bacaan atau tulisan sebagai alat utama untuk menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, untuk bisa mengingat dan memahami informasi tertentu, yang bersangkutan haruslah membaca atau menuliskannya lebih dulu. Mereka yang memiliki gaya belajar ini menyukai hal-hal yang berbau teoritis dan umumnya susah menyerap secara langsung informasi dalam bentuk peragaan atau praktis.
Orang yang memiliki gaya belajar Reading biasanya memiliki karakteristik :
         Suka membaca dan membuat catatan
         Huruf-huruf indah dan tulisan rapi merupakan hal yang sangat berkesan bagi mereka
         Mudah mengingat apa yang mereka baca atau tuliskan


  1. Kinesthetic
Orang yang memiliki gaya belajar, Kinesthetic mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya belajar ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.
Orang yang memiliki gaya belajar Kinesthetic biasanya memiliki karakteristik :
         Suka menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya
         Sulit untuk berdiam diri
         Suka mengerjakan segala sesuatu dengan menggunakan tangan
         Biasanya memiliki koordinasi tubuh yang baik
         Suka menggunakan objek yang nyata sebagai alat bantu belajar
         Mempelajari hal-hal yang abstrak merupakan hal yang sangat sulit

2.         Spectrum
Dari segi memandang sesuatu dan bagaimana ia melakukan pengaturan informasi, ada orang yang cenderung memandang sesuatu secara abstrak, dan ada pula yang konkret. Sedangkan dari aspek pengaturan informasi, manusia mengolahnya secara sekuensial (teratur/urut) dan acak (random).
Seorang Profesor di bidang kurikulum dan pengajaran di Universitas Connecticut, Anthony Gregorc, menggabungkan kedua faktor di atas menjadi 4 karakter gaya berpikir seseorang. Tiap orang memiliki salah satu gaya berpikir yang dominan diantara keempat tipe yang ada. Keempat tipe gaya berfikir tersebut adalah : Concrete Sequential (CS), Abstract Random (AR), Abstract Sequential (AS), Concrete Random (CR).
  1. Concret Sequensial [CS]
Orang dengan tipe ini adalah orang yang cenderung, teratur, dan rapi. Mereka selalu mengerjakan tugas tepat waktu, terencana, dan tidak suka hal-hal yang bersifat mendadak. Selain itu mereka dengan ciri CS tidak senang mengerjakan tugas yang bertumpuk-tumpuk. Biasanya agak perfeksionis sehingga ingin segala sesuatu dikerjakan dengan sempurna dan terencana. Tipe ini cocok untuk jenis pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan kerapian, seperti sekretaris dan bendahara.

  1. Abstract Sequensial [AS]
Biasanya merupakan pemikir yang cerdas dan punya ide-ide yang brilian. Orang ini senang mengetahui dan berpikir tentang apa yang tidak dipikirkan orang lain. Senang membaca membuatnya senang untuk berdiskusi, bahkan berdebat dengan orang lain. Saking senangnya berpikir, kadang mereka lupa bahwa orang di sekitarnya sama sekali tidak paham dengan ide-idenya yang terlalu "tinggi". Lebih menyukai belajar secara individu daripada berkelompok. Mereka sering disebut "konseptor ulung" dan jago menganalisis informasi.
  1. Abstract Random [AR]
Segala sesuatu seringkali dihubungkan dengan perasaan dan emosi, sehingga mereka terkenal sangat sensitif. Semua bisa menjadi menyenangkan jika mood-nya sesuai, tapi menjadi buruk jika mereka sudah tidak lagi memiliki emosi positif terhadap sesuatu. Mudah kehilangan konsentrasi, banyak pertimbangan, dan suka mencoret-coret tanpa arti di buku adalah ciri tipe ini. Mereka juga sangat menjaga hubungan dengan orang lain, tidak senang jika mengalami konflik, dan dikenal "perhatian" di antara orang-orang sekitarnya. Selain itu, mereka juga sangat mudah terpancing emosinya. Istilah kerennya "mudah tersentuh". Ekspresi yang spontan itu mungkin karena kesulitan mereka mengungkapkan sesuatu secara verbal kepada orang lain.
  1. Concret Random [CR]
Sering dianggap sebagai orang yang kreatif karena senang mencoba menyelesaikan sesuatu dengan cara mereka sendiri. Saking asyiknya, mereka cenderung tidak peduli dengan waktu. Terkenal sebagai "Deadliner", karena seringkali mengerjakan sesuatu di batas akhir, meski punya waktu banyak sebelumnya. Tipe ini bisa mengerjakan beberapa pekerjaan di satu waktu, hal yang sangat sulit dilakukan orang dengan tipe CR. Spontanitas dan impulsif menjadi ciri khas tipe ini, karena begitu banyak ide-ide muncul di kepala mereka. Orang tipe CR biasanya cukup dipercaya untuk menjadi pemimpin, meskipun menimbulkan situasi kritis karena sifat "deadliner-nya". Mereka juga senang mencoba-coba sesuatu, bereksperimen, walaupun mungkin banyak orang lain tidak menyenanginya.
3.         Gaya Terima
Setiap orang adalah individu yang unik, masing-masing akan melihat dunia dengan "cara"nya sendiri. Meskipun kita melihat satu kejadian pada waktu yang bersamaan, tidak menjamin kita akan sama melaporkan apa yang kita lihat. Hal ini karena setiap orang memiliki cara berfikir dan memahami sesuatu yang berbeda-beda. Seorang peneliti bidang psikologi, Herman Witkin, melalui studi risetnya mengemukakan 2 macam karakteristik gaya belajar yang dimiliki seseorang, yaitu gaya belajar Global dan gaya belajar Analitik.
Memang pada kenyataannya tidak semudah dalam mengelompokan gaya belajar seseorang seperti macam-maca gaya belajar diatas, dan sebenarnya tidak ada orang yang 100% murni. Setiap orang pasti memiliki kombinasi dari gaya belajar tersebut. Namun, biasanya seseorang memiliki kecenderungan untuk lebih dominan pada satu kelompok.
  1. Analitik
Orang yang berpikir secara Analitik dalam memandang segala sesuatu cenderung lebih terperinci, spesifik, terorganisasi, dan teratur. Namun kurang bisa memahami masalah secara menyeluruh. Dalam mengerjakan tugas yang dibebankan, seorang Analitik akan mengerjakan tugasnya secara teratur, dari satu tahap ke tahap berikutnya. Mereka memiliki kecenderungan untuk mengerjakan satu tugas dalam satu waktu, dan belum akan mengerjakan tugas lain sebelum tugas pertamanya selesai.
  1. Global
Orang yang berpikir secara Global cenderung melihat segala sesuatu secara menyeluruh, dengan gambaran yang besar, namun demikian mereka dapat melihat hubungan antar satu bagian dengan bagian yang lain. Orang yang Global juga dapat melihat hal-hal yang tersirat, serta menjelaskan permasalahan dengan kata-katanya sendiri. Mereka dapat melihat adanya banyak pilihan dalam mengerjakan tugas dan dapat mengerjakan beberapa tugas sekaligus.



LAMPIRAN 2
PEDOMAN PERMAINAN

CINCIN AJAIB
Tujuan                         : paradigma berpikir kita telah terbentuk bahwa mustahil memasukan benda yang lebih besar kedalam benda yang lebih kecil ukuranya,padahal sebenarnya hal itu bisa dilakukan sangat mudah. Yang diperlukan hanyalah sudut pandang yang berbeda.
Bidang bimbingan       : Pribadi,belajar
Waktu                                     : 20 menit
Alat/bahan                   : cincin
Langkah permainan  :
1.  Bagi peserta menjadi beberapa kelompok dan dibagikan 1 cincin pada setiap kelompok.
2. Minta peserta untuk memasukan benda yang ukuranya lebih besar ke dalam cincin,misalnya meja,kursi,papan tulis.
Evaluasi dan refleksi:
  1. Apakah peserta memperoleh gambaran dari tugas permainan ini?
  2. Bagaimana reaksi dan responsya?
  3. Apa makna dari permainan ini?

Poin belajar yang diperoleh :
Guru memfasilitasi siswa untuk mengemukakan poin-poin belajar,yaitu melihat paradigma berfikirr untuk melihat sudut pandang yang harus diambil adalah luas,tidak terbatas dan jangan subyektif.
Jawaban          : Cincin didekatkan ke mata,obyek yang ingin dimasukan kedalam cincin dilihat dari lubang cincin sehingga obyek tersebut terlihat seperti masuk kedalam cincin.




LAMPIRAN 3
PEDOMAN DISKUSI


  1. Apa yang kamu peroleh dari materi yang telah disampaikan?
  2. Apa yang kamu peroleh dari permainan tadi?
  3. Apa makna dari permainan itu?
  4. Bagaimana perasaanmu setelah mengikuti permainan?




LAMPIRAN 4
PEDOMAN OBSERVASI


SUBJEK                                 : Kelas XI-A
SEKOLAH                             : SMA N 1 Cepu
WAKTU OBSERVASI         : Rabu, 7 Maret 2012


NO

ASPEK YANG DIAMATI

JUMLAH
1.
Siswa yang mengobrol saat materi disampaikan

2
2.
Siwa yang bertanya

4
3.
Siswa yang tidak mampu menjelaskan pedoman permainan

1
4.
Siswa yang mengikuti permainan

13
5.
Siswa yang berpartisipasi dalam diskusi kelompok

40
6.
Kelompok yang mengungkapkan hasil diskusi

8
7.
Siswa yang belum berhasil dalam permainan

3
 8.
Siswa yang berhasil dalam permainan

7




LAPORAN PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Judul / spesifikasi layanan       : Kenali tipe gaya belajar (Learning Style)
Kelas                                     : XI-A
Waktu pelaksanaan                : Rabu, 7 Maret 2012
Hasil
Ø  Kegiatan awal
Guru masuk ke kelas,lalu mengucap salam. Siswa terlihat bersemangat ketika akan menerima layanan. Kemudian guru memeriksa kehadiran siswa,siapa saja yang tidak masuk saat itu.
Ø  Kegiatan inti              
Pada saat materi disampaikan,awalnya semua siswa sangat antusias. Setelah beberapa lama kemudian ada siswa yang tidak memperhatikan. Siswa tersebut mengobrol dengan temanya,kemudian guru menegur siswa tersebut. Lalu memberikan pertanyaan kepada siswa tersebut,meski siswa tersebut tidak memperhatikan dia bisa menjawab. Diantara mereka juga aktif bertanya kepada guru.
Selesai menyampaikan materi, guru menjelaskan aturan permainan.Ada siswa yang belum paham tentang aturan permainan tersebut, sehingga guru mengulangi menjelaskan aturan mainnya.
Ketika permainan berlangsung,banyak siswa yang bingung bagaimana menyelesaikan perintah dari permainan,karena perintahnya disuruh memasukan benda ke dalam cincin. Kelas pun menjadi agak gaduh,ada beberapa siswa yang protes kepada guru, ‘’benda besar kok dimasukan ke dalam cincin bu,ya tidak bisa to bu!’’. Guru menjawab,’’ya bisa saja” sambil tersenyum.Ada juga siswa yang menyerah,karena kesulitan. Tapi diantara kelompok tersebut lebih banyak yang bisa berhasil dalam permainan.
Setelah permainan selesai,dilanjutkan dengan diskusi kelompok.Saat diskusi berlangsung,ada siswa yang tidak berpartisipasi mengerjakan pertanyaan. Ada siswa yang usil terhadap temanya.
Ø  Kegiatan akhir
Sebagian siswa mau menyampaikan kesan-kesan setelah menerima layanan tersebut,mereka senang mengikuti layanan apalagi ada permainanya. Mereka berharap waktu yang akan datang bisa diberikan layanan BK lagi.

Ø  Hasil penilaian proses
                        Guru mengamati siswa supaya mengetahui bagaimana antusias dan keaktifan siswa saat layanan diberikan,baik saat diberikan materi,saat permainan maupun saat diskusi kelompok.
Ø  Hasil penilaian laiseg
            Dalam penilaian segera ini guru menilai seberapa pemahaman siswa mengenai materi yang disampaikan,selain itu berapa banyak siswa yang berhasil dalam permainan.
Ø  Hasil penilaian laijapen
            Pada penilaian ini guru memantau perkembangan siswa dengan melihat seberapa jauh peningkatan belajarnya.
Ø  Hasil penilaian laijapang
            Dalam penilaian ini guru melakukan pengamatan dan interview kepada beberapa siswa untuk mengetahui apakah ada kesulitan belajar atau banyak peningkatan belajarnya setelah mengetahui tipe gaya belajarnya.
Ø  Tindak lanjut
            Siswa yang masih kesulitan belajar dan belum mengetahui tipe belajarnya maka akan diberikan layanan konseling individu.






1 komentar: