Selasa, 04 Desember 2012

cerita masa lalu


KONYOL
Pernah di dalam hidup saya mengalami down,karena saya kehilangan orang yang benar-benar saya sayangi. Karena kesalahan saya sendiri yang melepaskan dia tanpa alsan membuat saya kehilangan dia, pacar pertama saya yang bagi saya seorang yang sempurna. Hampir saya mengakhiri hidup saya karena cinta, mungkin itu pemikiran yang konyol. Tapi apa yang ku rasakan benar-benar tidak sanggup rasanya untuk melepaskan dia. Tidak bisa hidup tanpa dia, dimana yang setiap matahari mulai membuka mata selalu ada kata-kata ucapan selamat pagi darinya sekarang sudah tidak pernah ku dapatkan. Kejadian itu waktu kelas 2 SMA, dimana saya juga mengalami konflik dengan keluarga dari ayah saya. Sungguh begitu berat ku hadapi tekanan yang menyerang diriku, ditambah kehilangan dia seorang yang begitu berharga,yang tidak pernah bisa kulupakan sampai saat ini pun juga. Meskipun saya berusaha melupakan dan mencari penggantinya tetap saja tidak bisa melupakannya rasa bersalah selalu menghantui pikiranku.
Saat -saat terberat  dalam hidup saya dulu ketika melupakan kebiasaan yang selalu ada dia menemani kepedihanku karena tekanan dari keluarga yang seperti singa. Tak kuat menahan tekanan-tekanan,tapi apa daya saya telah masuk bersama kedalam rumah yang berisikan singa yang selalu menerkam hatiku.
Hal tersulit saat menghilangkan kebiasaan bersamanya yang hati dan raganya miliku,tak bisa ku dapatkan lagi raganya.
Begitu sulit melupakan kenangan-kenangan bersmanya yang telah menjadi kenangan terindah dalam hidupku. Begitu indah dirinya bagiku,sampai tak sanggup menjalani hidup tanpa kasih sayangnya. Dan sempat putus asa,ingin mengakhiri hidup karena sangat stres tanpa dia. Selalu berpikir saya tak bisa hidup tanpa dia. Saya tak peduli apa kata orang, hanya karena cinta sampai ingin mati. Tak peduli dengan pernyataan seperti itu, mereka tak pernah tau bagaimana rasanya kehilangan orang yang benar-benar bisa membuat saya nyaman. Kehilangan di saat hati terbelenggu kepedihan. Orang tak tau apa yang kurasakan,tak bisa mengerti,bagaimana rasanya hati yang menjerit karena jahatnya keluarga. Keluarga tapi seperti musuh yang tak punya hati, mata tertutup hanya mendengar apa yang singa katakan. Tak pernah memandang kenyataan,hanya memakan omong kepalsuan.
Bagaimana bisa dengan mudahnya hapuskan kepedihan itu,apalagi pada saat itu juga orang yang sangat ku sayangi pergi karena kesalahanku. Ku coba tuk selalu menyembuhkan luka hati namun tak ada guna lagi dia telah memilih yang lain.
Perlahan,,,, hati yang setiap hari memeluk kesepian dan kepedihan akhirnya pun saya bisa melewati hari tanpa dia. Mencoba tuk bangkit,cinta tak harus memiliki. Mungkin dia memang bukan untukku. Tapi rasa bersalah tak pernah enggan tuk pergi dari kehidupanku,ingin ku miliki kesempatan kedua meskipun hanya sekali tapi tak pernah dia beri kepadaku.
Belajar iklhas meski tak rela,belajar rela meski tak sanggup,belajar menerima meski kehilangan,belajar sabar meski sakit, belajar tersenyum meski hati menangis,belajar menghargai meski tak dihargai,belajar memanfaatkan kesempatan karena kesempatan kedua belum tentu ada atau mungkin belum tentu diberi,belajar menerima keadaan meski pahit,belajar dari kesalahan,belajar tuk menerima kenyataan dan tak lari dari kenyataan,belajar menikmati hidup,belajar mengasihi meski tak berarti.
Meski tak kan rela melihat dia bersamanya tapi itulah yang harus ku terima,dengan kehilangan kita akan tahu seberapa berartinya dia.Tanpa kesalahan kita tidak akan tahu mana yang lebih baik yang seharusnya kita lakukan.
Akhirnya perlahan mulai bangkit, bisa menjalani hidup tanpa dia meskipun masih terasa sakit. Tapi ku coba bahagia menerima melihat dia bahagia bersama yang lain. Masih ada orang-orang yang begitu berarti buat saya dan sayang pada saya. Mungkin hari esok kan lebih baik,dengan apa yang terjadi dulu menjadi pelajaran yang bisa jadikan ke yang lebih baik.
Hanya bisa melihat,tapi tak bisa menyentuh hatinya. Entah sampai kapan kan seperti ini,hanya pengharapan kan ada kesempatan kedua.
‘’jaga dia yang kau cinta,jangan sakiti dia,bila kau menyakiti teruslah berusaha menyembuhkan luka itu.
Tetap tersenyum meski hati menjerit perih,suatu saat akan lebih indah lebih dari yang kau harapkan,masih ada kebahagiaan lain yang menantimu.’’
_ EF _

Tidak ada komentar:

Posting Komentar