KONYOL
Pernah di dalam hidup saya
mengalami down,karena saya kehilangan orang yang benar-benar saya sayangi.
Karena kesalahan saya sendiri yang melepaskan dia tanpa alsan membuat saya
kehilangan dia, pacar pertama saya yang bagi saya seorang yang sempurna. Hampir
saya mengakhiri hidup saya karena cinta, mungkin itu pemikiran yang konyol.
Tapi apa yang ku rasakan benar-benar tidak sanggup rasanya untuk melepaskan
dia. Tidak bisa hidup tanpa dia, dimana yang setiap matahari mulai membuka mata
selalu ada kata-kata ucapan selamat pagi darinya sekarang sudah tidak pernah ku
dapatkan. Kejadian itu waktu kelas 2 SMA, dimana saya juga mengalami konflik
dengan keluarga dari ayah saya. Sungguh begitu berat ku hadapi tekanan yang
menyerang diriku, ditambah kehilangan dia seorang yang begitu berharga,yang
tidak pernah bisa kulupakan sampai saat ini pun juga. Meskipun saya berusaha
melupakan dan mencari penggantinya tetap saja tidak bisa melupakannya rasa
bersalah selalu menghantui pikiranku.
Saat -saat terberat dalam hidup saya dulu ketika melupakan kebiasaan
yang selalu ada dia menemani kepedihanku karena tekanan dari keluarga yang
seperti singa. Tak kuat menahan tekanan-tekanan,tapi apa daya saya telah masuk
bersama kedalam rumah yang berisikan singa yang selalu menerkam hatiku.
Hal tersulit saat menghilangkan
kebiasaan bersamanya yang hati dan raganya miliku,tak bisa ku dapatkan lagi
raganya.
Begitu sulit melupakan
kenangan-kenangan bersmanya yang telah menjadi kenangan terindah dalam hidupku.
Begitu indah dirinya bagiku,sampai tak sanggup menjalani hidup tanpa kasih
sayangnya. Dan sempat putus asa,ingin mengakhiri hidup karena sangat stres
tanpa dia. Selalu berpikir saya tak bisa hidup tanpa dia. Saya tak peduli apa
kata orang, hanya karena cinta sampai ingin mati. Tak peduli dengan pernyataan
seperti itu, mereka tak pernah tau bagaimana rasanya kehilangan orang yang
benar-benar bisa membuat saya nyaman. Kehilangan di saat hati terbelenggu
kepedihan. Orang tak tau apa yang kurasakan,tak bisa mengerti,bagaimana rasanya
hati yang menjerit karena jahatnya keluarga. Keluarga tapi seperti musuh yang
tak punya hati, mata tertutup hanya mendengar apa yang singa katakan. Tak
pernah memandang kenyataan,hanya memakan omong kepalsuan.
Bagaimana bisa dengan mudahnya
hapuskan kepedihan itu,apalagi pada saat itu juga orang yang sangat ku sayangi
pergi karena kesalahanku. Ku coba tuk selalu menyembuhkan luka hati namun tak
ada guna lagi dia telah memilih yang lain.
Perlahan,,,, hati yang setiap
hari memeluk kesepian dan kepedihan akhirnya pun saya bisa melewati hari tanpa
dia. Mencoba tuk bangkit,cinta tak harus memiliki. Mungkin dia memang bukan
untukku. Tapi rasa bersalah tak pernah enggan tuk pergi dari kehidupanku,ingin
ku miliki kesempatan kedua meskipun hanya sekali tapi tak pernah dia beri
kepadaku.
Belajar iklhas meski tak
rela,belajar rela meski tak sanggup,belajar menerima meski kehilangan,belajar
sabar meski sakit, belajar tersenyum meski hati menangis,belajar menghargai
meski tak dihargai,belajar memanfaatkan kesempatan karena kesempatan kedua
belum tentu ada atau mungkin belum tentu diberi,belajar menerima keadaan meski
pahit,belajar dari kesalahan,belajar tuk menerima kenyataan dan tak lari dari
kenyataan,belajar menikmati hidup,belajar mengasihi meski tak berarti.
Meski tak kan rela melihat dia
bersamanya tapi itulah yang harus ku terima,dengan kehilangan kita akan tahu
seberapa berartinya dia.Tanpa kesalahan kita tidak akan tahu mana yang lebih
baik yang seharusnya kita lakukan.
Akhirnya perlahan mulai bangkit,
bisa menjalani hidup tanpa dia meskipun masih terasa sakit. Tapi ku coba
bahagia menerima melihat dia bahagia bersama yang lain. Masih ada orang-orang
yang begitu berarti buat saya dan sayang pada saya. Mungkin hari esok kan lebih
baik,dengan apa yang terjadi dulu menjadi pelajaran yang bisa jadikan ke yang
lebih baik.
Hanya bisa melihat,tapi tak bisa
menyentuh hatinya. Entah sampai kapan kan seperti ini,hanya pengharapan kan ada
kesempatan kedua.
‘’jaga dia yang kau cinta,jangan
sakiti dia,bila kau menyakiti teruslah berusaha menyembuhkan luka itu.
Tetap tersenyum meski hati
menjerit perih,suatu saat akan lebih indah lebih dari yang kau harapkan,masih
ada kebahagiaan lain yang menantimu.’’
_ EF _
Tidak ada komentar:
Posting Komentar